Bosen

Catatan ini terinspirasi dari situasi serba bosen imanuel sihite.

Yang mau baca dipermonggokan.

Hampir semua manusia pernah (atau sedang mengalami) apa yg dinamakan bosan. Atau mungkin ada yg tdk pernah mengalami bosan? Wooaa.. Selamat, anda telah menjalani kehidupan yg selama ini diidam-idamkan bnyk orang.
Oke kembali lagi ke bosan. Menurut KBBI, bosan adlh keadaan tdk suka lagi krn sudah trllu banyak/sering. Padanan kata untuk bosan adlh jemu.
Tambah bingung yah?
yg jelas bosan itu adalah hal yg tdk menyenangkan.
Aku jg sering loh melihat teman2ku di FB membuat status tentang kebosenan mereka. (Yes, gk sendiri.)
Contoh, "nesob nich, tengah malam gini enaknya ngapain yah?" atau "gilaaa, nesob bgt gue dicuekin si dia mulu".
Nah, itu adlh contoh status yg mengandung rasa kenesoban dan tidak segan2 mengumbarnya secara eksplisit di FB. Tapi, ada jg bbrp org yg tetap terlihat keren walau sebenarnya sedang dilanda kenesoban secara berkepanjangan, contohnya bisa kita lihat dari status berikut,


"bosen nih main PS3 mulu, kpn sih PS4 keluar" atau "lama2 makan sup sirip hiu bosen juga yah". Woaaha,. gilaaa keren bgt sih. Mereka bahkan masih bisa bikin kita iri dgn kenesoban mereka.
Oke, terlepas dari itu, setidaknya mereka dan kita sama-sama sedang bosen. Jadi jgn berkecil hati ya.. pukpuk.

Sebenarnya ada ratusan jenis kenesoban manusia, namun kita hanya membahas 3 saja.
Hah cuma tiga?
Dari ratusan lu cuma ngasih tiga? Kejam lu bro.
Oke tenang-tenang. Bukanya mau bersikap gk asik atau gimana gitu.
Tapi, waktu nulis catatan ini, aku sendiri sedang dalam kenesoban yg akut jadi demi mencegah penyakit bosan ini menjadi-jadi (krn bosan nulis), jadi dgn berat hati, ya cuma kubikin 3 aja.
Oke kita mulai

1. Bosen kreatif
Jenis bosen ini cukup sulit ditemui, karena org dgn level kebosanan tingkat seperti ini tetap mampu berkarya walau sedang diterpa rasa bosan yg berkepanjangan. Orang yg termasuk jenis ini biasanya adlh mereka yg berjiwa seni.
Kenapa gk yg berjiwa muda?
Oke sebenarnya anak muda sangatlah kreatif, tapi kebanyakan dari mereka ketika sedang bosan cenderung berubah jadi pasif atau bahkan menjadi mellow dan galau.
Trus kenapa yg berjiwa seni masuk?
Emang apa salahnya coba mereka yg berjiwa seni masuk, ini kan note gue, kok jadi lu yg protes? Hahaha. Tenang. Mungkin bnyk berpikiran begitu, kenapa yg berjiwa seni masuk tapi yg berjiwa muda kagak. Kalau alasanya karena yg berjiwa muda (baca: ababil -red) cenderung mellow dan galau saat bosen, kenapa yg berjiwa seni gak? Mereka kan juga mellow, apalagi biasanya level sensitivitas perasaan mereka tuh tinggi dan gampang nangis. Bahkan mereka lebih cengeng dari yg berjiwa muda. Tapi kenapa justru mereka yg masuk ke daftar ini? Gak adil deh.
Oke, sebenarnya alasanya mudah, mereka yg berjiwa seni kalau sedang bosan cenderung berkarya seni untuk mengusir kebosananya. Baik itu melukis, mengukir, menari, bikin karangan, bikin lagu, bikin puisi, bikin pantun atau bahkan bikin anak. Hahaha.
Keren kan, walau tengah bosan mereka masih bisa berkarya. Nah, coba anak muda. Kalau bosen paling ke diskotik hang out bareng teman2 buat ngilangin rasa kenesobanya. Apa kreatifnya coba? Jawab bro, jawab!

2. Bosen .....
Wah, unik tuh judulnya "Bosen ....."
mungkin banyak yg bertanya kenapa judulnya "Bosen .....", kenapa gak "Bosen Idup" atau "Bosen.com" trus kenapa juga titik-titiknya ada lima kenapa gk empat atau tujuh?
Sebelum kujawab, coba deh jujur, pasti gak ada yg ngitung titiknya ada berapa? Iya kan? Hahaha
tenang aja rahasia kemalasan anda kujamin deh.
Oke, kenapa judulnya "Bosen ....."?
Maksudnya adalah biar kita sendiri yg mengisi titik-titik itu. Wah, nuel baik banget sih.
Eits, tapi ada syaratnya.
Apa tuh?
Karena titik-titiknya ada lima, jadi harus diisi dengan kata huruf yg terdiri dari 5 huruf.
Nah, sekarang coba isi.
Gak bisa?
Ya ampun, ini udah era reformasi dan kmu gak bisa ngisinya!? Please deh, kmu belajar yg rajin dong. Kalau soal ini muncul di UN dan kamu gak bisa jawab gimana? Kan gak lucu. Apalagi kalau mereka tau kamu itu ternyata teman aku. Aku bisa malu, apalagi kalau sampai diekspos media. Bisa tercemar nama baik ku. Hahaha.
Tapi beruntunglah kalian berteman dgn is25 (baca: imanuelsihite25 -red) yg baik hati dan tidak sombong. Nah, aku bakal kasih kmu jawabanya.
Bosen hidup.
Bosen hidup banyak kita jumpai. Meski tidak secara langsung mereka menyatakan kalau mereka bosen hidup, tapi setidaknya kita bisa mengetahuinya dari gaya hidupnya yg gak jelas dan kurang bersemangat.
Gimana udah ada ide buat ngisi titik-titik yg lima itu?
Udah? Bagus.
Nah, berhubung baterai hapeku masih ada dan itung itung hadiah karena kalian udah jawab. Aku mau nambahin dua lagi.
Bosen pacaran dan bosen kerja.
Lah kok bosen pacaran ikut? Itu kan terdiri dari 4 5, 7 huruf! Bukan 6, gimana sih?
Hahaha, coba baca lagi rules diatas.
Titik-titik diisi kata dasar yg terdiri dari lima huruf.
Nah pacaran itu kan kata dasarnya pacar (terdiri dari 5 huruf, coba itung) trus ditambah akhiran -an. Jadi aku gak salah dong?
Hahaha.
Bosen pacaran.
Ini adalah tipikal org yg mungkin dibenci orang. Kenapa karena dia bosen pacaran? Coba kmu nembak cewek, trus ditolak mentah mentah dgn alasan, "bosan pacaran". Apa gk gila kamunya?
Tapi perlu juga kmu mengerti kenapa alasanya dia bosen pacaran. Mungkin karena dia selalu diselingkuhin trus atau karena mantan mantanya dalam berpacaran gayanya selalu itu itu saja atau karena alasan lain. Nah, kmu harus mengerti perasaanya dan meyakinkan dia kalau kmu itu gk bakal buat dia bosen sama kmu. Tsaelah.
Bosen kerja.
Ini adalah cerita tentang mereka yg sudah bekerja tapi merasa bosen dgn pekerjaan mereka yg membosankan dan itu itu saja (tentu saja dgn gaji yang juga segitu-gitu aja). Cara ngatasinya? Wah, maaf yah aku gk bisa bntu karena aku sendiri belum kerja. Mungkin kalau ada pembaca yg minat ngasih kerjaan dgn upah selayaknya. Aku bisa ngebikinin satu lagi thread buat yg satu ini. Hahaha. Ngarep.
Nah, sekarang kita udah sampai di ujung pembahasan yg nomor 2. Besar harapan saya, jika sewaktu-waktu soal mengenai ini keluar di UN atau ujian CPNS teman2 bisa menjawabnya dgn baik dan benar. Amin.

3. Bosen segalanya
ini adalah tingkatan bosen yg paling parah. Tingkat lanjutan dari yang nomor dua. Contoh: orang yg bosen hidup, bosen makan, dan bosen minum (yg dinomor 2) jika tidak diobati bisa berlanjut ke nomor 3.
Bosen segalanya adalah akumulasi dari segala kebosenan yg ada di muka bumi. Dan sering berakhir dgn kematian. Hah!
Yah iyalah, orang yg makan aja bosen pasti ujung2nya mati karena dia merasa tersiksa tiap kali makan dan berakibat kepada porsi makanya yg akan berdampak kepada kesehatanya.
Emang ada gitu org yg bosen makan?
Gk tau jg sih, kali aja ada
Dlm beberapa kesempatan, jenis bosan ini sering disamakan dgn titik nadir. Tapi aku gak setuju, karena meskipun seseorang bosen segalanya itu berarti dia nyaris atau bahkan sedang menyentuh titik nadir dalam hidupnya tapi titik nadir itu sendiri bukan cuma sekedar tentang perasaan bosan atas segalanya doang. Nah loh.
Tapi, knp jadi ngomong beginian sih?
Trus titik nadir itu apa coba?
Hahaha, sudahlah. Berhubung pembicaraan sudah semakin berat dan beberapa mahasiswa/i terlihat bersiap mengajukan pendapatnya. Saya merasa alangkah arifnya kalau pembahasn nomor 3 ini disudahi.

Oke, itulah 3 jenis kenesoban yg sering kita temui. Sebenarnya masih ada ratusan lainya yg gak mungkin dibahas disini (karena gk muat). Tapi kalau ada yg modalin mungkin bisa kita buat bukunya.
Hahaha.
Sebenarnya rasa nesob adalah relatif. Kita bisa mengujicobanya melalui teori relativitas E=MC2. Sebenarnya aku gk tau kenapa rumus itu harus muncul, tapi biar kita kelihatan pinter, bolehlah.
Oke, demikianlah catatan saya tentang nesob, semoga menghibur.
Eits, tunggu tunggu. Nesob itu apaan sih nuel?
Hahaha
nesob itu bosen, biasa lah bahasa arek Ngalam.
Biar agak keren gimana gitu.
Trus knp gk pake kata bosen aja, kan lebih mudah dimengerti nuel?
Bosen aku nulis pake kata bosen, biar gk bosen, kata katanya diganti-ganti dari bosen jadi nesob, nesob jadi bosen, dan sebaliknya. Hahaha.

Oke terimakasih telah membaca.
Ada jenis bosen lain? Silahkan dishare di comment.


oleh Imanuel Sihite pada 24 April 2012 pukul 19:54 catatan Facebook.
Anda sedang membaca Bosen. Anda bisa menemukan artikel Bosen melaui URL https://sihiteimanuel.blogspot.com/2012/12/bosen.html.Jika anda ingin mengcopas artikel Bosen, pastikan URL tersebut ikut disertakan sebagai sumbernya.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...